Artikel

Artikel 1 : Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

A. Teknologi Informasi dan Komunikai (TIK) berkembang dengan sangat pesat hingga saat ini, jarak dan waktu seakan tidak lagi menjadi halangan dalam berkomunikasi. Orang yang berada di pulau yang berbeda bahkan negara yang berbeda kini sudah mampu melakukkan komunikasi bahkan mampu ditampilkan secara visual. Salah satu hal yang sedang menjadi trend sat ini adalah kegiatan yang berbasis internet dan elektronik. Beberapa contoh diantaranya adalah e-learnig, e-banking, e-library, e-labolatory, e-mail dan sebagainya. Aktivitas-aktivitas berbasis elektronik ini sudah pasti sangat membantu kegiatan manusia. Dengan hal tersebut di atas, dimensi ruang dan waktu tidak lai menjadi hambatan. Selain itu,proses pengolahan data pun semakin cepat dan efisien. Berbagai barang elektonik mulai dari televise, handphone, pager, PDA, laptop hingga palmtop sudah menjadi barang-barang yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Perkembangan TIK pun semakin pesat seiring dengan ditemukannya alat-alat yang lebih canggih. Secara khusus untuk Indonesia, kemajuan di bidang teknologi ini sangat berdampak terhadap berbagai aspek. Aspek tersebut diantaranya di sektor ekonomi dan juga sosial. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo), salah satu dari jajaran Menteri Republik Indonesia tersebut menyatakan bahwa Indonesia sebagai salah satu negara yang masyarakatnya terbanyak mengakses Internet di dunia.

B. Dampak Positif Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi :
1. Memudahkan komunikasi. 
2. Memudahkan belajar. 
3. Meningkatkan pengetahuan.
4. Mencari informasi. 
5. Maedia hiburan.

C. Dampak Negatif Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi : 
1. Tidak Fokus saat belajar. 
2. Menyebabkan kecanduan.
3. Penyalahgunaan smartphone. 
4. Tindakan kecurangan. 
5. Menganggu kesehatan.

D. Solusi untuk mengatasi dampak negatif : 
1. Menggunakan handphone secara bertanggung jawab.
2. Membatasi waktu penggunaan handphone.
3. Mengatur waktu layar.
4. Mengawasi konten yang sesuai.
5. Hindari konten yang negatif.

Artikel 2 : Berpikir Komputasional (Tematis) 

A. Penerapan Computational Thinking
Budaya media internet banyak mempengaruhi dan Mengubah kebiasaan kita berbagai aspek kehidupan komunikasi kita selama ini, misalnya transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan cara tetap muka, kini sangat mudah dan sering dilakukan melalui internet. 

1. Persoalan komputasi dan otomasi yang lebih kompleks
       Aplikasi teknologi kurang sempurna tanpa dukungan mesin pintar berkemampuan analitik. Kehadiran teknologi komputer yang semakin canggih telah merubah gaya hidup yang berdampak pada tuntutan kompetisi manusia. Dalam hal ini komputational thinking dapat diterapkan di berbagai aspek mulai dari kehidupan sehari-hari yang sampai dunia kerja sehingga pemikiran tersebut sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah. komputasional thinking atau berpikir komputasi sebagai teknik pemecahan masalah yang sangat luas dalam cakupan penerapannya. Beberapa model komputasi di antaranya finite State Automata (FSA)/Finite State Machine (FSM), Push Down Automata (PDA), dan mesin Turing (Turing Machine). Sedangkan ilmuwan-ilmuwan yang menjadi pionir di dalam teori komputasi diantaranya Alonzo Church, Kut Godel, Alan Turing, Stephen Kleene, John von Neumann dan Claude Elwood Shannon. 

2. Identifikasi persoalan komputasi dan otomasi
          Gejala technopoly yang dicetuskan oleh Neil postmanpostman. Dalam hal ini yang menjadi masalah adalah sejauh mana suatu masyarakat siap memasuki zaman yang ditandai oleh supremasi teknologi sebagai sumber daya pembangkit budaya baru tanpa merapuhkan ketahanan budayanya sendiri.

  a. Konsep pembelajaran
   Pembelajaran bisa diterjemahkan sebagai kegiatan yang melibatkan seseorang dalam upaya memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai positif dengan memanfaatkan berbagai sumber yang ada. Pembelajaran dapat melibatkan dua pihak yaitu peserta didik sebagai pembelajaran dan guru sebagai fasiliator. Dalam sistem pembelajaran modern saat ini peserta didik bukan hanya berperan sebagai komunikan (penerimaan pesan), tetapi bisa bertindak sebagai penyampaian pesan (komunikator). 

   b. Proses berpikir
1. Berpikir konseptual
   Proses berpikir konseptual adalah proses berpikir yang selalu memecahkan suatu masalah menggunakan konsep yang telah dia miliki berdasarkan hasil penelitiannya selama ini prinsip kerja proses berpikir konseptuakonseptua. 

2. Berpikir semi konseptual
    Proses berpikir semi konseptual identik dengan cara berpikir yang cenderung menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan konsep namun sebelum sepenuhnya lengkap maka penyelesaiannya dicampur dengan cara penyelesaian yang menggunakan intuisi.

3. Berpikir komputasional
   Proses berpikir komputasional identik dengan cara berpikir yang pada umumnya menyelesaikan suatu masalah tidak menggunakan konsep Tetapi lebih mengandalkan intuisi, akibatnya sering melakukan kesalahan dalam penyelesaian masalah.

    c. Efektifitas sebuah komunikasi
    Komunikasi merupakan sebuah sistem yang dalamnya terdapat beberapa komponen yang terlibat, yaitu komunikator, komunikan, channel, message, feedback dan noise (hambatan). Adapun rangkaian perjalanan terjadinya komunikasi diawali dari Pesan yang disampaikan oleh komunikator Diteruskan oleh saluran (channel) sampai ke komunikan sebagai penerima pesan. 
    Faktor yang dapat menyebabkan pesan tidak dipahami dengan baik karena adanya noise (hambatan). Noise dapat dialami oleh komukator, komunikan, pada Pesan yang disampaikan, maupun pada channel (saluran) yang digunakan. 

3. Jenis dan media pembelajaran komputasi
    a. Pengertian media
    Kata 'media' merupakan bentuk jamak dari kata 'medium' yang secara harfiah memiliki arti perantara atau pengantar. Dimaknai sebagai teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran, serta sarana fisik untuk menyampaikan Isi atau materi pembelajaran seperti buku, film, video, slide, dan sebagainya.  

1. Association of Education Communication Technology (AECT) berpendapat media sebagai segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan.
2. National Education Association (NEA) berpendapat bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun video visual.

    b. Jenis perangkat pembelajaran komputasi
    Media perangkat pembelajaran komputasi terdiri atas unsur perangkat keras (Hardware) sebagai sarana atau peralatan yang digunakan untuk menyajikan pesan atau bahan ajar tersebut dan unsur pesan yang dibawa ( Message/software) sebagai informasi yang akan disampaikan kepada peserta didik. 
Penggolongan jenis-jenis untuk pembelajaran komputasi matematika sebagai berikut :
1. Media audio yaitu media yang hanya memberikan rangsangan nada saja dan tanpa menggunakan proyektor.
2. Media audio visual yaitu media yang memberikan rangsangan suara dan penglihatan.
3. Media dengan proyeksi yaitu media yang memakainya memfungsikan proyektor misalnya film, slide PowerPoint dan lain-lain. 
4. Media tanpa proyeksi dua dimensi yaitu tipe yang pemakaiannya tanpa proyektor serta hanya memiliki dua ukuran yaitu panjang serta lebar.
5. Media tanpa proyeksi tiga dimensi yaitu tipe media yang pemakaiannya tanpa proyektor serta memiliki ukuran panjang lebar tidak tipis dan juga tinggi.

    c. Media pembelajaran komputasi
      Perkembangan teknologi komunikasi begitu cepat sehingga berdampak pada hampir segala isi kehidupan manusia, terlebih pada peserta didik di sekolah. Komputasi adalah istilah umum yang mengacu pada teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengedit, dan mendapatkan informasi. 

1. Penggunaan komputasi
    Terdapat 5 perspektif dalam peranan media komputasi, yaitu media sebagai Agen sosialisasi, media sebagai alat mental untuk berpikir memecahkan masalah, media sebagai motivator untuk belajar, media sebagai teknologi, dan media sebagai tutor. Penggunaan komputasi dalam pendidikan dideskripsikan sebagai berikut : 
   a. Komputasi sebagai alat bantu. 
   b. Komputasi sebagai media proses pembelajaran
   c. Komputasi sebagai objek pembelajaran yang kebanyakan terorganisir dalam kursus-kursus spesial. 

2. Masalah-masalah dalam penerapan media komputasi
    Diterapkan agar dengan adanya media pembelajaran atau dengan menggunakan media pembelajaran berbasis komputasi, peserta didik dapat kreatif dan berkembang sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan masalah-masalah dalam penerapan media komputasi diantaranya sebagai berikut : 
   a. Sarana sekolah belum memadai
   b. Keterbatasan biaya dan tenaga operasional komputasi untuk melakukan penjadwalan lain-lain, pengoperasian, perawatan, dan lain-lain. 
   c. Kondisi keamanan sekolah kurang memadai

4. Implementasi persoalan komputasi dalam sistem   terpusat dan terdistribusi
        Sistem informasi bisa didefinisikan sebagai suatu solusi Ti yang berorientasi untuk mengorganisasi dan memanajemen sebuah tantangan tersebut. Interaksi antara unit organisasi Ti dan unit lainnya merupakan penentuan utama keberhasilan organisasi. 

     a. Sistem terpusat
     Sistem informasi terpusat biasanya dirancang dan dibangun dengan menggunakan web server, data base server dan bahasa pemrograman yang dapat diinterpretasikan oleh Browser ( alat yang digunakan untuk mengakses informasi internet menggunakan port 80) . Sistem terpusat juga memiliki kekurangan sebagai berikut : 
  1. Bila beban kerja CPU sangat besar
  2. Bila komputer pusat mengalami kerusakan
  3. Orang fleksibel dalam pelayanan

      b. Sistem terdistribusi (tersebar) 
      Komputasi distribusi dalam ilmu komputer akan mempelajari penggunaan terkoordinasi dari komputer yang secara fisik terpisah. Penerapan komputasi terdistribusi dalam sebuah intruststruktur yang menghubungkan sebuah komputer dengan komputer lain di seluruh dunia bertujuan melakukan suatu komputasi yang rumit sehingga memakan waktu lama oleh satu super komputer hanya membutuhkan waktu yang lebih sedikit. 

B. Mengatasi persoalan komputasi dan otomasi
       Komponen utama dari sebuah perangkat komputer adalah prosesor dengan kecepatan yang dapat ditingkatkan secara terus-menerus. Salah satunya dengan membuat komputer multiprosesor. Namun karena keterbatasan materi, untuk mengatasinya dirancanglah mesin paralel semua. 

1. Teori kompleksitas komputasi
    Dalam teori kompleksitas komputasi, masalah mengacu pada pertanyaan abstrak yang harus dipecahkan. Hal ini berbanding terbalik dengan sebuah dari masalah berupa ucapan konkret yang dapat digunakan sebagai masukan untuk masalah keputusan. Parallel Processing ( komputasi paralel) adalah salah satu teknik melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara bersamaan. 

   a. Bahasa pemrograman paralel
   Bahasa pemrograman yang populer digunakan dalam pemrograman adalah sebagai berikut : 
   1. MPI ( message passing interface) 
     Message passing interface (MPI) adalah suatu standar protokol yang digunakan untuk memprogram paralel dan terdistribusi. Pertukaran pesan meliputi transfer data dari satu proses (send) ke proses lainnya ( receive). 
   2. PVM ( parallel virtual machine) 
     Paralel virtual machine adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk pembuatan jaringan komputer paralel perangkat lunak itu sendiri bersifat portable, dan kode sumbernya pun tersedia secara bebas melalui netlib, yang sekarang telah di kompilasi untuk digunakan oleh beragam jenis komputer, dari mulai laptop hingga superkomputer Cray. 

   b. Empat model komputasi
         Pada dasarnya Empat model komputasi sebagai berikut : 
   1. SISD ( single instruction stream single data ekstrem) 
       SISD merupakan satu-satunya model komputasi yang menggunakan arsitektur Von Neumann. penyebabnya adalah model jenis ini hanya digunakan satu prosesor sehingga bisa dikatakan sebagai model komputasi tunggal.

   2. SIMD ( single instruction multiple data) 
        SISD menggunakan banyak prosesor dengan instruksi yang sama tetapi setiap prosesor akan mengolah data yang saberbeda titik misalnya ingin mencari angka 44 pada deretan angka yAang terdiri dari 100 angka dengan menggunakan 10 process. z
   a. Exclusive- Read, Exclusive-Write (EREW) SM SIMD
  b. Concurent-Read, Exclusive-Write (CREW) SM SIMD
  c. Exclusive-Resad, Concurrent-Write (ERCW) SM SIMD
  d. Concurent-Read, Concurrent-Write (CRCW) SM SIMD

Beberapa jenis komputer yang menggunakan model SIMD antara lain cell processor (GPU), Cray X-MP, Cray Y-MP, ILLIAC IV, MasPar, dan Thinking Machine CM-2. 

   3. MISD (multiple Instruction, single Data) 
       Hal ini merupakan kebalikan dari model SIMD Misalnya menggunakan kasus sejenis dengan model SIMD tetapi menggunakan cara penyelesaian berbeda. 

  4. MIMD (Multiple Instruction, Multiple Data) 
       Menggunakan banyak processor dengan setiap prosesor memiliki instruksi yang berbeda dan mengolah data yang juga berbeda.

2. Implementasi sosial media internet
    Media sosial adalah sebuah media online di mana para netizen bisa berpartisipasi berbagai, dan menciptakan istimewa meliputi glaukoma jejaring sosial, Wiki, Perum dan dunia virtual. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet.

   a. Facebook
    Facebook sebagai sebuah layanan jejaring sosial dan situs web yang diluncurkan pada Februari 2004 yang dioperasikan dan dimiliki oleh Facebook, inc. Pengguna dapat membuat profil pribadi menambahkan penggunaan lain sebagai teman dan bertukar pesan.

   b. Google+
     Google+ adalah jejaring sosial barang yang diluncurkan oleh Google Inc yang didirikan oleh Larry page dan Sergey Brin. 

    c. Twitter 
     Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc yang menawarkan jaringan sosial berupa mikroblog sehingga memberi peluang pada besar untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets).

Nama : Mutiara Kumala Dewi
Kelas : IX - D
Tugas ke - 2

Postingan populer dari blog ini

QnA

Kata kata motivasi